Apakah merdeka itu ?



Katanya. Derita, darah dan airmata adalah harga kemerdekaan
Benarkah derita itu telah abai?
Sudahkah darah itu berhenti mengalir?
Airmata.., masih deraskah ia ?
Lalu, kita ini sebenarnya merdeka atau dijajah ?

Katanya. Tak  ada lagi penjajah...,benarkah?
Apakah kemiskinan di negeri ini sudah punah?
Benarkah kesenjangan tidak lagi terjadi?
Benarkah berpendapat itu dihargai?
Dimana rasa aman itu?



Wahai para penikmat..
Kau.. makan dari tetesan keringat kami
Kau.. berselimut pulas dengan selimut kemiskinan kami
Kau..menggunakan parfum dari tetesan airmata kami
Kau..berkendara dari derita kami
Ah...mungkin kau memang penjajah.

Kalian suruh kami belajar sejarah
Tapi mengapa, hanya sejarah yang kalian inginkan?
Kalian menyuruh kami membaca
Tapi mengapa, kalian membatasi bacaan kami?
Kalian menghimbau kami untuk jujur
Tapi mengapa, kalian sendiri berbuat curang?
Kalian meminta kami untuk berhemat
Tapi mengapa, kalian berpoya-poya ke luar negeri?
Kalian menyuruh kami saling menghargai
Tapi mengapa, kalian menyeru pertikaian?
Kalian mengajak kami mengatasi krisis moral
Tapi mengapa, kalian membiarkan krisis itu?

Kalian bilang kemiskinan harus ditekan
Lalu kenapa, kalian berkonspirasi memakan uang rakyat?
Kalian bangga mengatakan negeri ini kaya
Lalu kenapa, masih banyak pengangguran?
Kalian melarang kami menipu
Lalu kenapa, kalian menipu kami dengan janji busuk?
Kalian menyeru kami menegakkan HAM
Lalu kenapa, kalian tidak  berpihak kepada keadilan?
Kalian bilang setiap orang bebas menganut agama
Lalu kenapa, masih ada orang yang tidak bisa beribadah?


Kita ini sebenarnya sudah merdeka, atau pura-pura sih..???

*) Muhammad Syahudin

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

peradaban dapat tercipta dengan dialog